Minggu, 27 Mei 2012

MARY JANE (shoes)

Kita, kaum wanita tentunya nggak asing dengan jenis sepatu yang satu ini. Sepatu tertutup dengan satu tali di tengah, dan biasanya terbuat dari bahan kulit ini awalnya memang identik dengan sepatu anak-anak. Sepatu ini sering dipakai oleh kelompok paskibra wanita di Indonesia.

Nama Mary Jane awalnya diambil dari suatu karakter yang diciptakan oleh Richard Outcault untuk komiknya, Buster Brown dimana yang pertama kali diterbitkan adalah saudara perempuan dari karakter tokoh utama.

Tahun 1904, Outcault berkunjung ke pameran duina di St. Louis, dan berhasil menjual lisensi ke hampir 200 perusahaan, untuk menggunakan tokoh Buster dalam mempromosikan produk mereka. Salah satunya adalah The Brown Shoe Company. Yang pada akhirnya, merekrut aktor-aktor untuk berkeliling ke negara-negara untuk mempromosikan karakter Buster Brown di teater-teater ataupun di toko-toko. Strategi ini berhasil menjadikan The Brown Shoe Company menjadi perusahaan sepatu yang paling popular dengan karakter Buster Brown. Style sepatu Buster Brown dan Mary Jane inilah yang akhirnya dinamakan Mary Jane.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mary_Jane_(shoe)




Modifikasi sepatu ini, dengan high heels yang berkisar antara 3-10 cm, sering dipadankan dengan busana kerja formal. Garis blazer yang tegas, dipadankan dengan rok A-line, atau dengan celana panjang pipa lurus/skinny, dapat menonjolkan detail kaki & mary jane yg indah.

Blazer : Lover-blazer
Skinny pants : CHLOE, Matahari Dept. Store
A-Line Skirt : Private Collection
Mary Jane Shoes : Gallant Collection Co.

Sedangkan Mary Jane dalam bentuk sneakers, dapat dipadankan dengan jeans skinny, celana hot pants, atau rok mini untuk menonjolkan detail sepatu.


Jeans dress : RedShop Online shop
Jeans Skirt : Lee Cooper
Shoes : Martens - Womens

Selasa, 22 Mei 2012

ZLittle, MY INSPIRE SITE

www.zlittle.com

Ini adalah Suzana Rowland, dia adalah pencipta situs fashion www.zlittle.com. Dia adalah adik ibu saya, my lovely, petite, and pretty aunt ;) she's my inspiration in life.

Suzan mengajarkan saya bagaimana tetap tampil cantik walau budget terbatas. Sejak masih tinggal di Indonesia, tante saya ini mengajarkan saya untuk selalu memburu barang-barang SALE, karena kalau kita teliti dalam memilih, beberapa barang SALE ini masih dalam kondisi baik, walaupun modelnya sudah tidak up to date.  Tetapi, kenapa harus mengikuti model yang sedang berkembang? Tidak berani menjadi seorang trendsetter? (betul juga lho...).

Berburu barang SALE ini hanya berlaku untuk item pakaian. Untuk item kosmetik, tidak disarankan berburu barang SALE, karena, kosemetik yang SALE, biasanya adalah kosmetik yang sudah mendekati waktu kadaluarsa (ini perlu diteliti sebelum membeli).

Satu lagi ilmu yang Suzan kenalkan ke saya setelah dia hidup di amerika adalah, berburu kupon diskon (hehehehe...). Sejak membaca situs ini, saya belajar, darimana suzan mendapatkan baju-baju branded tetapi dengan budget minim. Rupaya dia adalah coupon hunter alias pemburu kupon. Di indonesia, trend membeli kupon diskon ini sebetulnya sudah dimulai, hanya saja masih awam bagi masyarakat Indonesia. Sebut saja Livingsocial.com, Groupon.com, Disdus.com, Blibli.com, Laku.com, dan beberapa situs lainnya yang menjual berbagai kupon diskon mulai dari fashion item sampai dengan urusan perut alias kuliner. Sssttt...diskonnya bervariasi lho, mulai dari 5% s/d 80% tergantung hoki kita pada saat mereka promo..

Di www.zlittle.com juga, saya belajar, bagaimana menciptakan sampah menjadi suatu harta karun, menjadi sesuatu yang bernilai (memiliki nilai ekonomis). 

Penasaran dengan apa yang ditulis Suzana Rowland di www.zlittle.com? bagi yang ingin memperlancar bahasa inggris, situs ini juga tepat sebagai ajang pembelajaran... Selamat berkunjung... 

MY WORLD

ME & CHILDREN
Anak-anak, menjadi passion saya yang terbesar saat ini. Masa kecil yang tidak terlalu baik, menjadi alasan saya memilih dunia ini sebagai visi saya ke depan.
Look, how cute they are... LOVE Them so much...

THEY ARE MY PARTNERS, AND MY FAMILY
Guru, adalah pahlawan tanpa tanda jasa... Ungkapan ini saya akui sebagai sebuah REALITY,  dimana di tengah mahalnya biaya sekolah saat ini, gaji guru tetaplah tidak sepadan dengan dedikasi mereka dalam mencerdaskan anak bangsa, serta memajukan lembaga pendidikan tempat mereka bernaung. Teman-teman saya, adalah salah satu dari sekian banyak guru yang total dalam mendedikasikan diri mereka di dunia pendidikan tanpa menghitung berapa rupiah yang akan mereka kumpulkan. Bekerja dengan hati, bekerja dengan cinta, karena mereka mencintai anak-anak.... 

LEARN FROM ANYTHING
Belajar tidak hanya di sekolah, lewat berbagai kesempatan kita bisa belajar banyak hal. Salah satunya dengan menghadiri berbagai event. KICK ANDY Show adalah salah satu event favorit saya. Hampir setiap hari Rabu, saya meluangkan waktu untuk melihat langsung taping acara tersebut. Learning from others, learning from people's life, menjadikan saya kaya akan ilmu hidup... 

JADILAH WANITA YANG GAUL ;)

WANITA YANG MENARIK, HARUS PANDAI BERGAUL.... 
Mengapa bergaul itu penting ?
  • Bergaul itu salah satu kegiatan terpenting untuk membina jejaring.
  • Hanya dengan bergaul, orang bisa memelihara hubungan.
  • Tidak ada pekerjaan yang tidak butuh bergaul. Tidak selamanya harus ada tatap muka, gaul bisa juga lewat dunia maya.
  • Orang-orang yang sukses adalah yang jejaringannya sudah matang dan bekerja, terlepas dia tua atau muda.
  • Basa-basi tak selalu buruk. Ini bisa menjadi awal untuk memulai suatau hubungan persahabatan.
  • Efek jeraring memang tidak langsung. Semakin lama dan luas, semakin besar kemungkinan keuntungan yang kita raih.
  • Lewat bergaul, pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman akan terjadi. Ini penting untuk memperkaya wawasan dan memperbaiki performa karier.
  • Kartu nama adalah alat yang murah meriah untuk bergaul.
  • Bergaul memang membutuhkan bakat tapi membina jejaring bisa dipelajari dan dilakukan dengan teknin dan taktik yang benar.
  • Bergaul memakan waktu, tapi hasil yang akan kita peroleh mungkin lebih dari yang kita duga.
(Sumber : Eileen Rachman & Petrina Oemar, Gaul Meraih lebih banyak kesempatan, Gramedia Pustaka Utama, 2004)